Survival
Dinamika kehidupan kerap menghadapkan kita dengan berbagai situasi yang membahayakan, baik ancaman yang sifatnya dari luar, ataupun yang datang dari diri kita sendiri. Lalu apa yang terjadi pada saat kita dihadapkan pada sebuah ancaman ? Sebuah ancaman yang bisa membahayakan nyawa. Seperti yang terjadi pada saya belum lama ini.
Mendapati diri kita memiliki penyakit adalah hal yang tidak mudah. Apalagi kondisi penyakit tersebut sudah dalam tahap lanjut, dan harus segera ditangani secara serius. Hysterectomy adalah satu-satunya solusi yang ditawarkan dokter supaya saya bisa melanjutkan hidup.
Berbagai emosi berkelindan mengisi ruang mental saya.
Menyalahkan diri sendiri akan kelalaian dan keabaian pada tubuh. Manifestasi dari respon rasa takut akan ancaman. Ancaman yang sebenarnya sudah ada sejak delapan tahun lalu, namun saya memilih kabur untuk tidak menghadapinya saat itu. Sampai akhir Desember 2023 lalu, mereka dengan gagahnya mengancam dan memojokkan saya, tidak ada ruang untuk lari, sehingga saya tidak bisa menghindar lagi . Hanya ada dua opsi, menghadapinya atau mati.
Fight or flight respon adalah reaksi alami manusia pada saat kita dihadapkan pada sebuah ancaman. Setiap manusia dan makhluk hidup lainnya memiliki naluri untuk bertahan hidup. Fight or flight respon adalah bagian dari mekanisme naluriah kita untuk menyelamatkan diri (survival mechanism) hasil evolusi yang diturunkan dari nenek moyang kita. Pada saat kadar ancaman masih di tahap ringan, kita masih memiliki opsi untuk bereaksi. Tapi pada saat ancaman sudah mengancam nyawa atau keberlangsungan hidup, tidak ada pilihan lain selain melawan menerjang rasa takut.
Survival menjadi tema pameran kali ini,
karena pengalaman menembus rasa takut untuk berjuang bertahan hidup ini tidak saja meninggalkan jejak emosi yang tegas, tetapi memberi sebuah pelajaran yang sangat bermakna buat saya.
- Layer 1 : Fear
- Layer 2 : Fight "berbentuk lorong kecil"
- Layer 3 : Freedom
Layer 1 : Fear
Dalam kondisi berjuang mempertahankan hidup (survival), tidak ada pilihan lain selain menerjang rasa takut. The only way is through.
Layer 2 : Fight “berbentuk lorong kecil”
Pengalaman surreal dengan segala emosi berkecamuk pada saat beberapa jam di meja operasi, saya hadirkan kembali dalam bentuk fotografi media campur